Lebaran Haji kemarin LaOlay datang ke Jakarta. LaOlay menginap di rumah Pak Ngah, adik ayahnya. Sejak kedatangannya di Jakarta, Laolay belum bertemu dengan Pak Ngah, karena Pak Ngah sedang dinas ke luar kota.
Semalam Pak Ngah menelpon LaOlay dan berjanji untuk mengajaknya jalan-jalan dengan oto baru Pak Ngah besok. Girang hati LaOlay mendengarnya.
Sejak lepas Subuh, LaOlay sudah bersiap-siap. Dipilih baju terbaiknya dengan rambut yang disisir rapi ke belakang, klimis dengan minyak rambut Tancho favoritnya. Tak lupa tarompa datuak kebanggaannya yang sudah disemir mengkilat sejak semalam.
Matahari sudah mulai tinggi, tapi Pak Ngah belum juga datang. Butiran keringat mulai membasahi wajahnya.
Tiba-tiba.... Berdesir darah LaOlay tatkala melihat sebuah kotak besar putih mengkilat muncul dari balik tikungan, berjalan mendekati dirinya dan berhenti persis di depannya!
Lebih terkejut lagi LaOlay, sampai terdorong tubuhnya ke belakang, ketika pintu tengah benda itu terbuka sendiri !
Hhh.... jantung LaOlay yang berdebar, perlahan kembali normal, melihat di dalam benda itu ada satu wajah yang sangat dia kenal..., Pak Ngah.
Oooo...rupanya ini oto baru Pak Ngah.
LaOlay bersemangat untuk segera masuk ke dalam oto, tapi tiba-tiba diurungkannya. Karena mendadak terngiang teriakan Mak di kampung,"Lapehkan tarompa waang, Lay...!", setiap kali Mak selesai mengepel lantai kayu rumah mereka.
"Masuaklah Lay,dipakai sajo tarompanyo,"ajak Pak Ngah, ketika melihat LaOlay hendak membuka tarompa nya.
Disalaminya Pak Ngah dengan hormat, dan duduklah LaOlay di kursi samping kursi Pak Ngah. Nyaman....sekali kelihatannya. Sampai-sampai LaOlay tidak menjawab ketika ditanyakan kabarnya.
Kepala LaOlay berputar ke kanan ke kiri, ke depan ke belakang,
menelusuri setiap bagian yang ada di dalam oto. Pandangannya berhenti di sebuah kotak kecil yang menggantung di bagian tengah.Lagi-lagi LaOlay terkejut, karena tiba-tiba kotak kecil itu mengeluarkan suara dan gambar. Pak Ngah tersenyum simpul. Tapi LaOlay tidak terlalu tertarik. " Hampir sama dengan TV Pak Ngah dirumah," gumamnya dalam hati.
Daritadi ada satu hal yang sangat membuat LaOlay penasaran. Terdengar ada suara perempuan berbicara, tapi dengan bahasa yang sama sekali aneh buat LaOlay. Mau bertanya ke Pak Ngah, malu. Ditengoknya tempat duduk di depan, kosong. Hanya ada mereka bertiga. Dirinya, Pak Ngah, dan laki-laki berbaju safari. Baju yang sering dipakai Pak Wali Nagari setiap kali ceramah di depan warganya. Lalu suara siapa itu????

Pak Ngah dapat membaca pikiran LaOlay. Dimintanya laki-laki berbaju safari tadi untuk menepikan oto dan berhenti. Pak Ngah mempersilahkan LaOlay untuk pindah ke kursi depan. Belum sempat tangannya menyentuh handel pintu, pintu itu sudah terbuka sendiri, bergeser!, bukan terbuka ke samping seperti yang LaOlay tahu. Tapi LaOlay sudah lebih siap, tidak terlalu terkejut.
Disalaminya dengan hormat laki-laki berbaju safari tadi, yang belakangan LaOlay baru tahu bahwa laki-laki itu adalah Pak Yusup, supir Pak Ngah.
LaOlay tengah menikmati "singgasana"nya. Mobil, motor, apalagi sepeda, tampak kecil dari atas oto ini. Keasyikannya kembali terusik oleh suara perempuan berbahasa aneh tadi. Setelah dia perhatikan, ternyata suara itu berasal dari kotak layar kecil yang ada di dasbor depan. Layar itu bergambar seperti gambar peta denah desa yang ada di kantor Pak Wali Nagari. Tapi bedanya, gambar ini bergerak.
Pak Yusup menerangkan bahwa itu adalah peta dimana lokasi mereka sekarang. Dan panah yang bergerak-gerak itu adalah oto ini. Yang membuat LaOlay bingung, di dalam layar tampak gambar laut/danau. Padahal posisi mereka saat ini ada di daerah pegunungan. Dan setiap Pak Yusup berbelok, yang kebetulan tampak di layar ada gambar danau/laut, si perempuan berbahasa aneh itu memekik! Dan terdengar seperti mengomel.

Hanya 3 kata yang bisa ditangkap jelas oleh LaOlay, yaitu Hidari, Migi, dan ... Ne...! Begitu terjadi berulang-ulang. Diliriknya Pak Yusup, tampak tenang-tenang saja, malah tersenyum-senyum sendiri. Tiba-tiba....begitu di layar tampak gambar laut yang luas dan terlihat anak panah itu (oto kami) menyeberanginya...., si perempuan berbahasa aneh itu berteriak makin keras!! Terdengar seperti orang cemas atau malah marah-marah...
LaOlay tampak lebih cemas dan menengok ke belakang menatap Pak Ngah penuh tanya.
Bersemu pipi LaOlay setelah mendengar penjelasan Pak Ngah bahwa itu adalah peta lokasi di Jepang.

Karena sibuk, Pak Ngah belum sempat mengganti programnya ke lokasi di Indonesia...he he he
Dalam perjalanan pulang, LaOlay tertidur pulas dibuai musik Saluang yang diputar Pak Ngah, dan sejuknya pendingin ruangan.
Tidak dihiraukannya lagi pekikan berulang perempuan berbahasa aneh itu, setiap oto Pak Ngah "berenang" di laut atau tampak akan menabrak gunung....
Sesampainya di rumah Pak Ngah, LaOlay diam saja tidak berusaha untuk membuka pintu oto. Kali ini LaOlay tersenyum penuh kemenangan, karena dia tidak terkejut lagi.
Tapi....begitu sebelah kakinya hendak menyentuh bumi...."Arigato Gozaimashita !" teriak perempuan berbahasa aneh itu lagi...!!

!#&*@$!!















Tidak ada komentar:
Posting Komentar