Selamat datang di Mahligai Hidup.

Sebuah rumah kesederhanaan.
Sederhana dalam penampilan, dalam pengekspresian, dan juga dalam pemahaman.
Dan seluruh kesederhanaan ini mudah-mudahan mengalir menuju lautan kebahagiaan.



Senin, Maret 30, 2009

RENUNGAN 4

POHON IDAMAN

Pohon apakah yang paling baik?
Pohon yang baik itu paling tidak memenuhi 3 kriteria. Pertama, akarnya harus dalam menghujam ke bumi sehingga tidak mudah tercabut.
Kedua, batang dan rantingnya dengan daunnya yang rimbun menjulang tinggi ke angkasa. Dan ketiga, buahnya banyak dengan rasa yang lezat.

Diibaratkan pohon yang baik ini, manusia yang "baik" mestinya memenuhi ketiga kriteria tersebut di atas. Yaitu keyakinannya yang dalam, sehingga imannya tidak terpengaruh oleh lingkungan seburuk apapun. Malahan dia yang akan memberi pengaruh baik terhadap lingkungannya.
Jiwanya luas menebus dimensi ruang dan waktu, serta kehadirannya memberikan banyak manfaat bagi orang-orang terdekat dan masyarakat yang ada di sekitarnya.
InsyaAllah Mahligai Hidup bisa menjadi "Pohon Idaman" bagi orang banyak. Amin.

RENUNGAN 3

Orang itu Baik !

Kita sering mendengar perselisihan antar dua orang manusia. Bahkan ada permusuhan yang dibawa mati. Mengapa semua ini bisa terjadi??

Bila seluruh peristiwa itu kita telusuri, ternyata semua ini terjadi karena salah paham belaka. Ya, karena masing-masing bertahan dengan sisi pandangnya sendiri.
Sebenarnya perselisihan ini terjadi akibat manusia mempunyai kecerdasan, baik kecerdasan otak maupun kecerdasan emosi yang berbeda-beda.Kita tidak mungkin menyaingi kemampuan otak orang yang "dari sananya" IQ nya sudah tinggi.
Namun ada satu hal yang mampu dilakukan oleh setiap orang bila orang itu mau berusaha; yaitu kemampuan untuk selalu berbuat baik.
Allah menciptakan manusia dengan IQ yang berbeda-beda, tapi tidak demikian halnya dengan kemampuan untuk berbuat baik. Orang bodoh sekalipun mampu untuk berbuat baik. Jadi sangat tidak adil bila kita menilai orang dari sisi kecerdasan otaknya saja.

Dalam pertemanan, kenapa kita tidak berusaha untuk selalu menilai teman dari kemampuannya untuk berbuat baik? Kalau itu bisa kita lakukan, InsyaAllah dunia ini akan damai sejahtera. Lagipula Allah pun menilai manusia dari apa yang diniatkannya...

Minggu, Maret 22, 2009



SURVEY LOKASI

Hari ini kami melanjutkan perjalanan kami untuk melihat lokasi-lokasi tanah yang kira-kira cocok untuk Mahligai Hidup.
Kami pergi melihat 3 lokasi tanah di daerah Ampek Angkek. Lokasi yang dikunjungi cukup potensial.
Setelah itu kami melihat 1 lokasi tanah lagi di Gantiang Tigo Baleh.

Karena perut sudah lapar, kami putuskan untuk makan siang. Pilihan jatuh ke Lapau Nasi Kapau Uni Eti di Kapau.
Hhmm....alhamdulillah...nikmat....sekali makan siang kami.

Kami berpisah di pompa bensin By-Pass Bukittinggi, Da Suheimi dan Ni Cu melanjutkan perjalanan ke Padang dan kami kembali ke Pekanbaru.


Sabtu, Maret 21, 2009







Sejak kami berangkat dari Pekanbaru, ada sesuatu yang kami rasakan dalam hati. Tapi kami tidak bisa menerjemahkan apa itu atau apa yang akan terjadi. Hanya dengan berlindung kepada Allah dan dengan niat yang ikhlas, kami berharap perjalanan dan rencana kami bisa dimudahkan.

Hari kedua ini...adalah hari yang sangat bermakna.
Nasi Goreng buatan Uni Yulmatri langsung kami habiskan sebagai sarapan pagi.
Pagi itu kami diajak ke tempat wisata Janjang Siribu Sulih Aie.Wah..berat juga menaiki anak tangga yang begitu banyak. Tapi karena beramai-ramai jadi tidak berasa juga kami bisa sampai di atas. Pemandangannya cantik...sekali. Terbayar rasa letih kami melihat pemandangan di atas sana.

Setelah dari Sulit Air, kami melanjutkan perjalanan ke Maninjau.Di Umbilin kami berhenti sebentar makan Katupek Sayur Pitalah. Hhmm...enak sekali rasanya, apalagi ditambah dengan Telur Ikan.
Di dekat Bukittinggi, kami memutuskan untuk bergabung di satu mobil, karena Uni Cu harus menghadiri acara lain.


Selama dalam perjalanan menuju daerah Batu Kambing untuk bertemu Wali Nagari di sana, tak henti-hentinya kami bersenda gurau. Tak habis-habisnya bahan cerita yang dijadikan lelucon. Ada satu figur yaitu Mansyur (Monsyur) yang selalu jadi idola.
Wah...pokoknya seru ! Kami sempat berhenti untuk Shalat di Mesjid Al Hakim di daerah Bayur. Mesjid besar dengan bangunan arsitektur yang indah.
Di tengah-tengah perjalanan kami juga menemukan hal-hal yang tidak bisa kami lupakan. Seperti melihat Ular besar yang baru saja menelan 1 ekor babi hutan!! Masuk hutan, keluar hutan.

Ditambah lagi kami sedikit tersesat waktu kembali ke Bukittinggi. Hari sudah mulai malam, di tengah hutan...,jalanan rusak berbatu..., badan letih, perut lapar...
Tapi kami terus saling menyemangati dengan berusaha melontarkan gurauan-gurauan segar. Perjalanan yang jauh dan berat menjadi sedikit lebih ringan.
Alhamdulillah kami dapat sampai Bukittinggi dengan selamat.

Rupanya ini yang menjadi jawaban dari "rasa sesuatu" dalam hati. Kami mendapat pengalaman dan pelajaran yang luar biasa hari itu.

Dan kebersamaan kami juga terasa semakin penuh arti.

Jumat, Maret 20, 2009


SEMALAM DI SULIT AIR - SOLOK

Jauhnya perjalanan dan penatnya badan langsung "menguap" begitu kami sampai di rumah Gadang milik Keluarga Uda Rainal Rais dan Uni Yulmatri.
Sambutan yang hangat dan bersahabat kami dapatkan dari mereka berdua.
Sehangat Sate Padang khas Sulit Air yang menjadi hidangan selamat datang.

Malam ini terasa istimewa karena selain kami menikmati hidangan khas Sulit Air seperti Gulai Hitam, Anyang (Pucuak & Bungo Kalikih), Gajeboh, dll, kami juga bisa menyaksikan pertunjukan
Randai yang memang sengaja diadadakan untuk masyarakat di sana.

Kami menghabiskan malam di Rumah Gadang Bagonjong.


(ki>ka : Adam,Akhyar, Uda Munadir Syah,Ani,Uni Sasha,Uni Cu,Uni Yulmatri,UdaRainal Rais,UdaSyafril,Uda Suheimi,Uda JP)

Jumat, Maret 13, 2009

RENUNGAN 2


What money will buy....


A BED, BUT NOT A SLEEP
BOOKS, BUT NOT BRAINS
FOOD, BUT NOT APPETITE
FINERY, BUT NOT BEAUTY
A HOUSE, BUT NOT A HOME
MEDICINE, BUT NOT HEALTH
LUXURIES, BUT NOT CULTURE
AMUSEMENTS, BUT NOT HAPPINESS
RELIGION, BUT NOT SALVATION

RENUNGAN 1


WAKTU, NAFAS YANG TAK KAN KEMBALI.....


Manusia hanyalah pengendara di atas punggung usianya
Digulung hari demi hari, bulan, dan tahun tanpa terasa
Nafasku terus berjalan, setia menuntunku ke pintu kematian
Sebenarnya dunialah yang kujauhi dan liang kuburlah yang kudekati
Satu hari berlalu, berarti satu hari berkurang umurku
Umurku yang tersisa di hari ini sungguh tidak ternilai harganya, sebab esok hari belum tentu jadi bagian dari diriku
Karena itu,
jika satu hari berlalu tapi tiada pahala dan keyakinanku yang bertambah,
apalah arti hidupku di mata Allah.
(Bahan Renungan Kalbu)